• Jam Buka Toko: 09.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • Tlp: 082321440669
  • SMS/WA: 082321440669
  • indigodenim.bdg@gmail.com
Terpopuler:

07 Cotton Combed : Karakteristik Dan Kegunaan

10 August 2019 - Kategori Blog

Katun combed ialah jenis kain yang paling banyak beredar di pasar, di karenakan sifatnya yang human friendly dan halus. Selain itu, katun combed sangat cocok untuk daerah yang beriklim tropis seperti di Indonesia, karena memiliki sifat yang dapat menyerap keringat dengan baik. Dari keistimewaannya tersebut, bahan katun combed mendapatkan nilai lebih dari bahan yang lainnya.

Katun ialah salah satu jenis kain rajut yang berbahan dasar serat kapas, sedangkan combed ialah yang berarti sisir. Jadi jika kita melihat dari dua kata tersebut maka katun combed adalah jenis kain yang berbahan dasar kapas, dimana proses pembuatannya menggunakan metode disisir.
Karena adanya proses tambahan tersebut, maka umumnya harga bahan kaos cotton combed akan lebih mahal dibandingkan bahan katun (cotton) reguler, tetapi lebih berkualitas dan benangnya pun lebih kokoh.
Penggunaan bahan cotton combed tidak hanya sebatas pada kaos saja, tetapi juga pada produk-produk linen lainnya seperti bed cover, taplak meja, sarung bantal dan guling, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kapas konvensional dan combed. Tidak semua kapas diproses dengan cara yang sama. Melalui proses yang berbeda dapat mempengaruhi seberapa kuat atau lembutnya kain katun, sehingga menghasilkan bahan dengan kualitas yang berbeda-beda.
Cotton combed adalah versi cotton yang sangat lembut yang dibuat melalui proses khusus sebelum serat kapas ini dipintal menjadi benang.
Dalam proses pembuatannya, bahan katun combed memerlukan proses yang cukup panjang. Salah satunya, membuat benang kapas, dalam proses ini kapas di panen, setelah itu di bersihkan untuk menghilangkan kotoran dan biji yang menempel pada kapas, kemudia langkah selanjutnya proses carding, yaitu proses memisahkan antara serat dan membariskan fiber dengan cara sejajar dan searah.
Ketika proses kapas (katun) di combed (sisir), proses ini menggunakan alat sikat yang khusus untuk memisahkan kotoran dan serat kapas yang pendek yang menempel pada katun. Hal ini dapat memisahkan kotoran sebanyak 15% dari volume katun yang di combed (sisir), sehingga tersisa serat yang sejajar dan panjang. Yang pada akhirnya katun combed kemudian akan di pintal menjadi benang.
Sejalan dengan proses yang telah di lakukan, hal ini menjadikan tekstur katun combed yang lebih lembut dan tidak ada benang pendek yang keluar dari serat kain. Keistimewaan lainnya dari katun combed juga lebih kuat, dikarenakan serat yang pendek dan mudah pecah di tarik keluar dengan proses combing. Proses ini sedikit memakan waktu tetapi dapat meningkatkan daya tahan, kekuatan dan kualitas dari serat kapas.
Katun combed di produksi dengan ketebalan yang berbeda, hal ini di bedakan dengan tanda angka sebagai ukuran ketebalan di setiap masing-masing bahan.
Produsen T-shirt menggunakan banyak istilah untuk menggambarkan produk mereka. Istilah istilah ini tidak selalu konsisten tetapi setidaknya membantu dalam pemahaman untuk panduan referensi. Contoh, cotton combed 20s dari produsen A belum tentu sama ketebalannya dengan bahan cotton combed 20s dari produsen B dan C.
Untuk saat ini kain katun yang beredar di pasar terdapat empat jenis ukuran : 20, 24, 30 dan 40. Dari keempat angka tersebut menunjukan tipe ukuran yang di gunakan dalam proses perajutan sebuah kain rajut.
Ketika semakin besar angka, maka semakin tipis ketebalan dari kain katun. Sebaliknya, jika semakin kecil angka, maka semakin tebal kain katun tersebut.
Dalam perbedaan metode proses merajut bahan katun combed, dapat dilihat berdasarkan jumlah dari jarum yang di gunakan. Yaitu; jarum tunggal (single knitt) dan jarum ganda (double knitt). Hal ini yang kemudian diletakan huruf di belakag angka, “S” (single knitt) dan “D” (double knitt).
Perbedaaan antara single knit dan double knit yaitu; untuk “S” (single knitt) termasuk jenis rajutan yang renggang dan mulur, dan sebagian besar di pasaran meggunakan cara rajut ‘S” (single knitt).
Sedangkan untuk jenis “D” (double knit) menggunakan metoe jarum ganda, yang dimana menghasilkan karakter rajut yang lebih rapat, lentur, tebal dan dapat di gunakan secara bulak balik.

Jenis-jenis Bahan Katun Combed:

1. Bahan Katun Combed 20s

Bahan katun combed 20s jenis bahan yang paling tebal di antara jenis bahan katun combed lainnya, hal ini di karenakan bahan katun combed 20s memiliki gramasi antara 180 sampai dengan 220 gram/m2 dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knitt).

2. Bahan katun combed 24s

Bahan katun combed 24s jenis bahan yang memiliki gramasi antara 140 sampai 160 gram/m2 dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knitt).
Bahan katun combed 24s menjadi bahan yang paling banyak di cari, karena dengan ketebalan bahannya yang berada di tengah-tengah. Tidak tipis bahakn tidak tebal, hal ini yang menjadikan bahan katun combed 24s kerap dijadikan andalan untuk beberapa clothing line di Jakarta.

3. Bahan katun combed 30s

Bahan katun combed 30s jenis bahan yang memiliki gramasi antara 140 sampai dengan 160 gram/m2 dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knitt).
Bahan katun combed 30s ini menjadi bahan favorit di kalangan anak muda di perkotaan, karena sipatnya tidak panas Sehingga sangat cocok untuk daerah perkotaan.

4. Bahan katun combed 40s

Bahan katun combed 40s jenis bahan yang paling tipas diantara bahan katun combed lainnya, di karenakan memiliki gramasi antara 110 sampai dengan 120 gram/m2 dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knit).
Walaupun bahan katun combed 40s ini salahsatu bahan yang paling tipis diantara bahan katun combed lainnya, Hal tersebut bukan berarti menjadikan bahan katun cobed 40s ini kurang peminatnya. tetapi bahan katun cobed 40s kerap di gunakan oleh beberapa clothing line di Bandung dan Jakarta.

Keunggulan Bahan Cotton Combed

Bahan ini pada umumnya digunakan untuk membuat kaos, baik itu kaos T-Shirt ataupun kaos polo (kaos berkerah), serta memiliki beragam keunggulan dibandingkan bahan-bahan lainnya, seperti:
1. Bahan kaos cotton combed sangat halis permukaannya sehingga akan tetap nyaman meskipun bergesekan dengan kulit tubuh,
2. Bahan ini juga sangat mudah menyerap keringat sehingga membuatnya nyaman digunakan dan bahkan terasa dingin.
3. Tidak adanya campuran zat kimia menjadikan kaos ini aman digunakan oleh mereka yang memiliki alergi atau kulitnya mudah iritasi.
Kelemahan Bahan Cotton Combed
Namun di samping kelebihan-kelebihan tersebut, bahan kaos cotton combed tetap memiliki beberapa kelemahan meskipun mungkin tidak signifikan untuk kebanyakan orang, seperti:
1. Dikarenakan bahannya yang alami ini justru menyebabkan kaos cotton combed akan sanagat mudah terkena jamur apabila disimpan terlalu lama di tempat yang lembab,
2. Meskipun memiliki kualitas yang baik dan kuat, kemampuannya menyerap air dan keringat justru akan membuatnya cepat rusak pada saat direndam terlalu lama.

Sumber:

Bahan Cotton Combed Yang Sering Digunakan Oleh Konveksi


http://soscilla.blogspot.com/2010/07/apa-itu-combed-cotton-proses-pembuatan-kapas.html

Apa itu Bahan Kaos Cotton Combed, Jenis, dan Cara Merawatnya

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *