• Jam Buka Toko: 09.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • Tlp: 082321440669
  • SMS/WA: 082321440669
  • indigodenim.bdg@gmail.com
Terpopuler:

09 Wool : Karakteristik Dan Kegunaan

25 October 2019 - Kategori Blog

Wool merupakan serat yang diambil dari bulu domba dan hewan tertentu lainnya, sifat dari bulu domba ini sangat unik sehingga cocok digunakan untuk bahan produksi tekstil. Pemanfaatan rambut domba sebagai bahan tekstil bermula pada sekitar tahun 8000 SM dimana ketika domba pertama kali dijinakan. Wol mungkin merupakan serat tertua yang dikenal manusia. Wol juga merupakan salah satu serat pertama yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Wol tidak hanya reusable (dapat digunakan kembali) tetapi juga biodegradable. Wol sendiri bisa digunakan berbagai tekstil dan bisa digunakan pada tenun maupun rajut. Sedangkan kain wool adalah kain yang terbuat dari wool yang sudah diolah secara khusus dan dalam pembuatan ke proses kain bisa dengan metode penenunan maupun perajutan.

Wol sebagian besar berasal dari domba tetapi juga dapat diperoleh dari alpaca, unta, dan kambing. Australia, Eropa Timur, New Zealand, dan China adalah produsen wol terbesar. Domba yang dipelihara khusus untuk bulunya jelas berbeda dengan domba yang diarah untuk dagingnya. Wol terdiri dari protein yang sama yang membentuk lapisan pelindung luar kulit manusia.
Wool terbentuk oleh serat protein, yang terdiri dari lebih dari 20 asam amino. Asam amino ini membentuk polimer protein. Wol juga mengandung sejumlah kecil lemak, kalsium dan sodium. Karena terbuat daru serat protein wool memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan antara lain sebagai berikut:
• Wool memiliki sifat tahan terhadap api
• Wool sangat awet atau tahan lama
• Wool mampu meregangkan hingga 50% ketika basah dan 30% saat kering
• Wool memiliki sifat wicking kelembaban yang sangat baik

Proses pembuatan wool diawali dengan pencukuran bulu domba, pencukuran ini dilakukan setiap setahun sekali. Sheep shearing adalah proses dimana bulu wol domba digunting. Seorang spesialis pencukur bulu domba dapat mencukur 200 domba dalam sehari. Setahun sekali, domba-domba dikumpulkan untuk dilakukan shearing (biasanya di cuaca yang lebih hangat).
Setelah dilakukan pencukuran wool dicuci untuk menghilangkan kotoran. Wool yang sudah dibersihkan bisa langsung diberi perwarna, Setelah dicukur, wol mentah dinilai sesuai dengan kualitas seratnya. Wol dari kelas yang sama dikompresi dan kemudian dikemas ke dalam bundel untuk tahap berikutnya. Kualitas wol terbaik berasal dari sisi, bahu, dan juga belakang, sedangkan kualitas terendah berasal dari kaki bagian bawah.
Sebelum dilakukan proses carding dilakukan serangkaian rol, baru diproses carding. Selanjutnya, wol melalui proses yang dinamakan Carding – menyikat wol untuk meluruskan serat. Proses ini dulunya dilakukan dengan tangan, sekarang, mesin carding sudah dapat digunakan supaya wol dapat dilalui ke dalam serangkaian rol yang dilengkapi dengan bulu kawat.
Langkah carding terakhir adalah ketika wol-wol tersebut dipisahkan menjadi sehelai benang atau strip dan dikumpulkan ke gulungan untuk proses spinning (putar). Strip yg dipisahkan ini juga disebut sebagai roving.
Step selanjutnya adalah dilakukan proses roving. Untuk benang tenun benang wool dibuat sangat halus sedangkan untuk benang wool rajut lebih tebal. Setelah melalui proses carding, serat wool kemudian siap untuk proses selanjutnya – spinning. Spinning merupakan langkah pengolahan wol di mana roving wol yang dihasilkan selama carding, diubah menjadi benang.
Untuk merawat pakaian berbahan wool tidak terlalu sulit, yang perlu diperhaikan dalam perawatan antara lain ketika proses pencucian, Penyetrikaaan dan penyimpanan.

Untuk pencucian bisa menggunakan cuci tangan maupun dengan mesin. Yang perlu diperhatikan adalah jangan mengeringkan wool dengan mesin dryer. Jika mencuci dengan tangan jangan memeras pakaian secara kasar lakukan perlahan dan keringkan di tempat yang mendatar (jangan digantung di hanger karena air yang turun akan mengubah bentuk baju). Jemur dengan posisi bahan dalam mengarah keluar (terbalik) dan menghadap sinar matahari supaya cepat kering.
Pastikan dalam menyetlika pada setrika diseting khusus untuk wool. Jika ada detail seperti pleats, lapisi baju dengan menggunakan sapu tangan untuk menghindari baju menjadi mengkilat. Atau balik baju dengan bagian dalam mengarah keluar.Untuk penyimpanan pakain dari bahan wool disimpan pada tempat yang kering.
Sumber :
http://www.jasjahit.com/news_kain-wool
https://www.bahankain.com/2014/12/19/mengenal-kain-wool
http://soscilla.blogspot.com/2010/07/proses-pembuatan-kain-wool-benang-wol.html

, , , , , , , , , , , , , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *